5 Orang Kaya Terkenal Di Indonesia Tahun 2018

Orang Kaya Terkenal Di Indonesia Tahun 2018 – Indonesia saat ini di kenal menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam terbesar di dunia. Namun di balik itu semua, ternyata ada beberapa perusahaan yang membantu mengembangkan kekayaan sumber daya alam yang di miliki oleh negara yang kita cintai ini. Bahkan pemilik perusahaan itu pun tak lain berwarga negaraan Indonesia.

Baca juga: 

Biodata Pelawak Terkenal Indonesia “Sule”

Cara Mengembangkan Bisnis Agar Sukses Dan Terkenal

Dengan keberhasilan yang telah mereka peroleh itu pun akhirnya menjadikan mereka semua terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia. Nah tentunya anda penasaran kan siapa-siapa saja orangnya itu yang terdaftar menjadi orang terkaya di Indoenesia itu? Berikut inilah 5 orang terkaya di Indonesia tahun 2018.

1. Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono

Dengan jumlah kekayaan sekitar 12,2 miliar dolar atau 162,2 triliun rupiah, Rudi Hartono merupakan orang paling kaya di Indonesia. Robert Budi Hartono lahir pada tanggal 28 April 1941 di kota Semarang. Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon yang saat ini menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono terus mengembangkan bisnis warisan ayahnya, termasuk berinvestasi di sektor bisnis keuangan dan perbankan, khususnya di Bank BCA.

2. Michael Hartono

 Michael Hartono

Dengan jumlah aset kekayaan sekitar 12,0 miliar dolar atau 159,6 triliun rupiah, Michael Hartono yang merupakan kakak Budi Hartono adalah orang terkaya ke dua di Indonesia. Michael Hartono lahir di Kudus, 2 Oktober 1939. Ia menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun dan kemudian karirnya berlanjut di dunia bisnis, sebagai Direktur PT Djarum. Selain merambah di sektor keuangan, kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan mempunyai bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan.

3. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia

Jumlah kekayaan Sri Prakash Lohia menurut Majalah Forbes saat ini ditaksir 6,6 miliar dolar atau sekitar 87,7 triliun rupiah. Dari namanya, anda mungkin bisa menebak bahwa miliarder ini adalah keturunan India. Sri Prakash Lohia lahir di Kalkuta-India pada 11 Juli 1952. Lohia lahir dan besar di India, tetapi menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974. Lohia pindah ke Indonesia bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, dan merintis Indorama Synthetics, sebuah perusahaan yang memproduksi benang pintal. Pada tahun 2018, Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 6,6 miliar, atau di peringkat ke-266 secara global.

4. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung

Dengan kekayaan sebesar US$ 3,7 miliar atau sekitar 49,2 triliun rupiah, pria lulusan Universitas Indonesia ini didaulat sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia. Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul Tanjung adalah mahasiswa kedokteran yang memperoleh banyak prestasi, diantaranya sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. Saat kuliah ia mulai belajar tentang bisnis. Kini melalui perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega

5. Tahir

Tahir

Nama lengkapnya adalah Dato’ Sri Tahir, lahir pada 25 Maret 1952 di kota Surabaya. Dia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya. Sosok Tahir tumbuh berkembang menjadi seorang pengusaha, investor, sekaligus pendiri Mayapada Group yang sukses. Mayapada Group adalah sebuah holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha di Indonesia. Beberapa dari bidang yang digeluti adalah perbankan, TV berbayar dan media cetak, properti dan rumah sakit. Dengan aset kekayaan senilai 3,5 miliar dolar atau sekitar 46,5 triliun rupiah, kini ia menjadi salah seorang konglomerat di Indonesia.