Biografi Dan Profi B. J. Habibie

Biografi Dan Profi B. J. Habibie – BJ Habibie merupakan seorang insinyur yang juga mantan presiden Republik Indonesia. Nama lengkap Habibie adalah Bacharuddin Jusuf Habibie. Tanggal lahir BJ Habibie adalah 25 Juni 1939 di kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang dulunya bernama kota Afdeling Parepare, Celebes. Kali ini akan dibahas mengenai profil BJ Habibie lengkap beserta biografi dan biodata BJ Habibie serta keluarga dan anak-anaknya.

Baca juga: Biografi Dan Profi Mario Teguh

BJ Habibie dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, baik pada bidang politik pemerintahan dan riset teknologi. BJ Habibie menjadi presiden Republik Indonesia yang ketiga, saat menggantikan pemerintahan Soeharto yang mengundurkan diri pada tahun 1998. Posisinya sebagai presiden hanya berlangsung singkat, yaitu selama 1 tahun 5 bulan saja.

Profil B. J. Habibie

Nama: Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir: Pare-Pare , Sulawesi Selatan , 25 Juni 1936
Nama Orang tua :
Ayah : Alwi Abdul Jalil Habibie
Ibu: RA. Tuti Marini Puspowardojo
Nama Isteri: Hasri Ainun Habibie
Nama anak: Ilham Akbar, Thareq Kemal
Pendidikan :
S1 Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung
S2 Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule, Jerman
S3 Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean, Jerman

Biografi Lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie

Sekarang ini banyak orang yang ingin mengerti lebih dalam mengenai BJ. Habibie. Hal tersebut dikarenakan pria yang satu ini memang memiliki banyak prestasi yang membanggakan. Dalam profil dan biografi BJ. Habibie disebutkan pria ini dilahirkan pada tahun 1936, tepatnya pada bulan Juni tanggal 25. Sekarang ini pria ini masih aktif dalam berbagai seminar dan menjadi salah satu orang yang paling membanggakan negeri ini. Dalam sejarah, biografi tokoh BJ. Habibie disebutkan pada tahun 1998 pria ini resmi menggantikan Presiden

Sekolah dan Pendidikan BJ Habibie

Saat kuliah, Habibie mengambil jurusan Teknik Mesin di Universitas Indonesia Bandung atau yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah lulus, ia mulai mempelajari tentang penerbangan di Universitas Delft di Belanda, namun karena masalah politik antara Indonesia dan Belanda, ia kemudian melanjutkan studinya di RWTH Aachen, Jerman dengan mengambil spesialisasi konstruksi pesawat terbang. Habibie kemudian menyelesaikan pendidikannya di Jerman pada tahun 1960 dan mendapat gelar Diplom-Ingenieur.

Pekerjaan BJ Habibie di Jerman

Setelah lulus pendidikan di Aachen, ia terus menetap di sana sebagai asistan penelitian Hans Ebner. Ia kemudian menikah dan membawa istrinya ke Jerman. Mereka lalu menetap di kota Oberforstbach dan Habibie bekerja sebagai penasehat perusahaan otomotif. Pada tahun 1965, ia berhasil mendapatkan gelar Doktor der Ingenieurwissenschafter dan melanjutkan penelitian Thermoelastisitas bersama Hans Ebner.

Hasil tesisnya kemudian juga menarik sejumlah perusahaan besar, seperti Boeing dan Airbus. Ia kemudian bekerja dengan Messerchmitt-Bolkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan di kota Hamburg, Jerman hingga ia dipromosikan pada jabatan wakil presiden perusahaan. Ia kemudian mengembangkan teori termodinamis, konstruksi dan aerodimanis, yang masing-masing kemudian dikenal dengan istilah Habibie Factor, Habibie Theorem dan Habibie Method.

Karir Politik BJ Habibie

Di tahun 1974, presiden Indonesia saat itu, Soeharto merekrut Habibie untuk memimpin pengembangan industri di Indonesia. Habibie kemudian diberi jawabatan sebagai CEO dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Di tahun 1978, Habibie juga diangkat sebagai Menteri Riset dan Teknologi Indonesia.

BJ Habibie juga berperan dalam pengembangan industri dalam negeri. Karena menjadi bagian dari pemerintahan Soeharto, Habibie juga termasuk dalam bagian partai politik Golongan Karya (Golkar). Pada tahun 1998, ia menjadi wakil presiden dari Soeharto. Namun jabatannya ini hanya berlangsung singkat, karena pada tahun yang sama ia juga diangkat menjadi presiden.

Masa Kepresidenan BJ Habibie

Pada 21 Mei 1998, Habibie resmi dilantik sebagai presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan presiden sebelumnya, Soeharto yang mengundurkan diri karena desakan dari mahasiswa dan masyarakat di masa orde baru. Kondisi negara saat itu memang sedang kacau balau dan diperparah adanya krisis ekonomi.

Masa jabatan BJ Habibie sendiri akhirnya berakhir pada tanggal 20 Oktober 1999. Hal ini berarti ia menjadi presiden Indonesia dengan masa jabatan tersingkat, yaitu 1 tahun 5 bulan. Meski begitu, ia mampu membuat kebijakan dan memberikan kontribusi penting bagi negeri. Di antaranya yaitu membuat peraturan kebebasan beraspirasi bagi masyarat serta mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.