Biografi Rihanna Menuju Kesuksesan

Robyn Rihanna Fenty atau biasa dikenal sebagai Rihanna merupakan penyanyi kelahiran Saint Michael, Barbados, 20 Februari 1988. Ayahnya, Ronald Fenty, bekerja sebagai kepala gudang dan ibunya Monica Fenty adalah seorang akuntan. Adapun Rihanna merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dia memiliki dua adik laki-laki bernama Rorrey dan Rajad Fenty.

Kecintaan Rihanna menyanyi sudah dimulai sejak dia masih kecil. Beranjak remaja, Rihanna yang bersekolah di Charles F. Broome Memorial School membentuk grup musik trio bersama dua orang temannya. Tak lama kemudian, seorang teman mengenalkan Rihanna dan dua personil grupnya pada produser single NSYNC, “God Must Have Spent A Little More Time on You”, Evan Rogers. Grup tersebut kemudian diaudisi oleh Evan. Saat mengaudisi mereka, Evan mengaku hanya Rihannalah yang menarik minatnya. Sementara kedua teman Rihanna lainnya seolah-olah terkesan tidak ada bagi bagi Evan.

Beberapa tahun berikutnya, Rihanna dan ibunya berkunjung ke rumah Evan di Stamford, Connecticut. Usai berkunjung, Rihanna pun memantapkan diri untuk pindah ke Amerika Serikat dan tinggal di rumah Evan dan istrinya demi menekuni karirnya sebagai penyanyi. Tak hanya Evan yang membantu Rihanna, kala itu produser yang juga partner Evan, Carl Sturken, juga membantu mengerjakan empat demo lagu Rihanna diantaranya, “Last Time” dan single yang kemudian menjadi hits, “Pon de Replay”.

Penggarapan demo lagu tersebut membutuhkan waktu setahun lebih mengingat Rihanna waktu itu juga masih bersekolah. Selain itu dia juga hanya diijinkan melakukan rekaman ketika libur musim panas atau libur Natal. Setelah demo lagu itu selesai direkam dan diedarkan ke beberapa label rekaman terkemuka, akhirnya demo lagu tersebut berhasil menarik minat label rekaman Def Jam Recordings. Rihanna kemudian menandatangani kontrak sebagai salah satu penyanyi yang bernaung di label rekaman yang kini menjadi bagian dari Universal Music Group itu.

Tiga bulan kemudian, Rihanna berhasil merilis debut album pertamanya, “Music of the Sun” (2005). Album R ‘n’ B yang mengusung musik dance pop, reggae pop dan musik karibia ini meraih sukses dan terjual sekitar 69.000 copy di minggu pertama. Selain itu beberapa single dalam album tersebut, seperti “Umbrella” dan “Pon de Replay” berhasil menduduki peringkat pertama di tangga lagu internasional.

Kesuksesan Rihanna tentu saja tak berhenti sampai disitu. Aktris yang kini berusia 22 tahun ini telah merilis beberapa single yang menjadi hits diantaranya “Russian Roulette” dan “Rude Boy”. Namanya semakin melejit ketika Rihanna meraih Grammy 2008 untuk kategori Best Rap/Sung Collaboration lewat single yang dibawakannya bersama rapper Jay-Z, “Umbrella”. Tahun 2010 ini, dia bahkan meraih dua penghargaan Grammy untuk kategori Best Rap/Sung Collaboration dan Best Rap Song lewat single yang dibawakannya bersama Jay-Z dan Kanye West, “Run This Town”.

Saat ini, Rihanna tengah sibuk menggelar tur konser keliling Eropa, “Last Girl on Earth”. Konser yang dimulai di Belgia pada April lalu ini akan berakhir di Madrid, Spanyol pada 5 Juni nanti. Usai menggelar konser di Eropa, Rihanna berencana menggarap album baru. Menurut kabar, dia akan berkolaborasi dengan sekitar 50 produser untuk album kelimanya itu. Turut terlibat dalam penggarapan album tersebut, yakni Timbaland, Taio Cruz, Rico Love, Ne-Yo, Sean Garrett, dan David Guetta. Kabarnya Rihanna akan semakin menegaskan sosok seksinya lewat album barunya itu.

Dalam karya-karyanya, Rihanna banyak terinspirasi dari penyanyi senior idolanya seperti, Janet Jackson, Mariah Carey dan Beyonce Knowles. Hal itu nampak tak hanya dari gaya menyanyi melainkan dari sisi penampilannya yang selalu terlihat seksi dan penuh energi. Salah satu penampilan seksi Rihanna tampak di video musik single “Hard”. Dalam video musik itu, Rihanna tampil dengan gaya macho dibalut kostum seksi dengan aksesoris berduri sambil memegang senjata. Penampilan seksinya juga dapat disaksikan saat Rihanna menggelar tur konser “Last Girl on Earth” di Zurich, April lalu. Di konser tersebut Rihanna menggunakan kostum ketat warna kulit dilengkapi aksesoris jaring-jaring berwarna putih.

Sebagai penyanyi muda, Rihanna memang terbilang cukup sukses. Namun, tentu saja kehidupan pribadinya tak semulus karirnya sebagai penyanyi. Rihanna yang sempat menjalin kasih dengan Chris Brown ini sempat menjadi korban kekerasan kekasihnya tersebut. Bahkan Rihanna sempat batal tampil di ajang Grammy Awards 2009 lalu akibat pemukulan yang dilakukan Chris. Kasus penganiayaan ini bermula saat Rihanna marah karena Chris menerima pesan singkat (SMS) dari wanita lain. Mereka kemudian terlibat pertengkaran. Rihanna yang merasa marah kemudian melempar kunci mobil Chris keluar mobil. Akibatnya, Chris naik darah dan mencekik serta meninju wajah Rihanna.

Rihanna kemudian melaporkan kejadian itu pada polisi. Tak lama kemudian, kekasih Rihanna tersebut menyerahkan diri ke polisi dan harus menjalani sidang. Dari laporan pengadilan di Los Angeles, Chris terbukti bersalah dan mendapat hukuman lima tahun masa percobaan dan diperintahkan untuk menjauhi Rihanna.

Setelah hubungannya dengan Chris kandas, Rihanna dikabarkan sempat rujuk dengan Chris. Namun, tak lama kemudian dia dikabarkan menjalin kasih dengan pemain baseball Los Angeles Dodgers, Matt Kemp. Meski sempat berkelit dan mengaku hanya bersahabat baik, Rihanna akhirnya bersedia mengkonfirmasi kalau dirinya telah menjalin kasih dengan Matt. Bahkan Rihanna mengaku jatuh cinta dan kerap merindukan keberadaan Matt ketika mereka tak bisa bertemu karena kesibukan masing-masing.

Selain kesibukannya sebagai seorang penyanyi, Rihanna juga mendirikan yayasan sosial bernama Believe Foundation. Yayasan yang didirikan tahun 2006 ini bertujuan untuk membantu kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia terutama dalam bidang kesehatan. Mereka pernah menggelar konser amal “A Girl’s Night Out” (2008) untuk penggalangan dana bagi anak-anak terlantar. Tahun ini, Rihanna dan yayasannya juga ikut berpartipasi dalam kegiatan pusat donor di Amerika, DKMS, untuk menggalang dana maupun mengumpulkan para pendonor tulang sumsum bagi anak-anak pengidap penyakit leukimia.