Fakta Menarik Roald Amundsen

“Ekspedisi Fram” Ke Titik Kutub Selatan Oleh Roald Amundsen Tahun 1911, Ekspedisi ini bagaikan perlombaan. Siapa cepat, maka dia yang akan tercatat dalam sejarah dunia sepanjang masa. Ke benua antartika sudah biasa, tapi menaklukkan Titik Kutub Selatan adalah tantangan para penjelajah pada masa lalu. Benua Antartika dimana terdapat titik kutub selatan Bumi kordinat 90° S, adalah kawasan ditengah dataran gurun es seluas Cina dan India jika digabungkan, yang dimiliki secara internasional, atau tidak boleh dimiliki oleh negara manapun.

Permukaan seluas benua berupa hamparan es ini adalah wilayah internasional untuk digunakan sebagai penelitian bagi semua ilmuwan dari seluruh negara dunia, dan satu-satunya daratan berupa benua yang tidak bisa dimiliki oleh negara manapun,hingga kini. Bagaimana strategi “lomba” adu cepat menuju ke titik kutub selatan Bumi diantara mereka?

Ekspedisi pertama yang berhasil mencapai titik geografis Kutub Selatan dipimpin oleh penjelajah Norwegia, Roald Amundsen. Dia dan empat orang lainnya tiba di titik kutub selatan, yang berada di tengah-tengah benua Antartika pada tanggal 14 Desember 1911, bersaing dulu-duluan sebagai yang pertama kali menginjakkan titik kutub selatan Bumi dengan penjelajah Inggris, Robert Falcon Scott.

Apa yang terjadi? Ternyata Amundsen lebih dulu sampai dibanding Scott, atau lima minggu sebelum tim Inggris yang dipimpin oleh Robert Falcon Scott sebagai bagian dari Ekspedisi Terra Nova (Terra Nova Expedition) ke kutub selatan sebagai yang pertama.

Ya, akhirnya Amundsen seoorang penjelajah asal Norwegia, sebagai orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di titik kutub selatan, ditengah padang salju dan es di benua paling dingin di planet Bumi, Antartika. Amundsen yang bernama lengkap Roald Engelbregt Gravning Amundsen, lahir di Fredrikstad, sekitar 80 km dari Christiania (sekarang Oslo), Norwegia, pada tahun 1872, dia adalah anak pemilik kapal.

Pada tahun 1893, dia meninggalkan studinya di Christiania University dan mendaftar sebagai pelaut di atas kapal selam Magdalena untuk berlayar ke Arktik. Setelah beberapa pelayaran yang lebih jauh, dia lolos sebagai orang kedua/wakil kapten, saat tidak berada di laut, ia mengembangkan keahliannya sebagai pemain ski lintas negara di lingkungan ekstrim pada dataran tinggi Hardangervidda di Norwegia, sampai akhirnya mendapatkan jabatan sebagai kapten kapal dan membuat ekspedisinya ke titik kutub selatan.

Jika Anda ingin terus membaca agar lebih mengetahui bagaimana petualangan dan kisah penjelajah hebat ini, kami jabarkan sejarah petualangannya berikut ini.

Latar Belakang Ekspedisi

Pada tahun 1893 dua teman Amundsen, Fridtjof Nansen dan Hjalmar Johansen melakukan ekspedisi ke kutub utara. Mereka membawa kapal yang bernama “Fram” ke utara Siberia dan membiarkannya hanyut di es menuju Greenland, dengan harapan rute ini akan melintasi Kutub Utara.

Dalam kejadian tersebut, drift tidak mendekati titik kutub, dan usaha Nansen dan Hjalmar Johansen untuk mencapainya dengan berjalan kaki juga tidak berhasil. Namun demikian, strategi Nansen menjadi dasar rencana Amundsen sendiri untuk menuju Arktik. Dia beralasan bahwa jika dia memasuki Samudera Arktik melalui Selat Bering, di sebelah timur titik awal Nansen, maka kapalnya akan mencapai drift yang lebih ke utara dan melewati dekat atau malah melalui melalui titik kutub utara.

Pada tahun 1896, Amundsen terinspirasi oleh eksploitasi kutub utara oleh teman yang sekaligus warga-negaranya sendiri asal Norwegia tersebut, Fridtjof Nansen. Kemudian Amundsen bergabung dengan Ekspedisi Antartika Belgia sebagai rekanan, di atas kapal bernama “Belgica” dibawah komando kapten Adrien de Gerlache. Pada awal tahun 1898, kapal tersebut terjebak oleh bungkahan es di Laut Bellinghausen, dan berlangsung selama hampir setahun.

Ekspedisi tersebut menjadi “tanpa sengaja” jadi sebagai orang pertama yang menghabiskan musim dingin yang lengkap di perairan Antartika, periode yang ditandai oleh depresi, kelaparan, kelaparan, dan kudis di antara para kru. Tapi Amundsen tetap tidak kecewa, bahkan hal itu adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga baginya. Ia mengingat segala sesuatu dan menggunakan pengalaman itu sebagai pendidikan di semua aspek, seperti teknik eksplorasi kutub, terutama masalah medis, menghadapi penyakit, menganggulangi keadaan darurat, pertolongan pertama, cara mencari bantuan, pakaian dan makanan.

Pelayaran Belgica menandai awal dari apa yang kemudian dikenal sebagai Era Heroic of Antartika Exploration, dan dengan cepat diikuti oleh ekspedisi dari Inggris, Swedia, Jerman dan Prancis. Namun, saat kembali ke Norwegia pada tahun 1899, Amundsen masih tetap mengalihkan perhatiannya ke arah utara. Yakin pada kemampuannya untuk memimpin sebuah ekspedisi, dia merencanakan sebuah jalur melintasi Northwest Passage, rute laut yang belum dipetakan dari Atlantik ke Pasifik melalui labirin kepulauan Kanada utara.

Setelah mendapatkan gelar Kapten, Amundsen mengambil sebuah sekop kecil, Gjøa , yang ia adaptasi untuk perjalanan ke Arktik. Dia mendapat perlindungan Raja Oscar dari Swedia dan Norwegia, dukungan dari Nansen, dan dukungan finansial yang memadai untuk diumumkan pada bulan Juni 1903 dengan awak enam orang. Pelayaran berlangsung sampai tahun 1906 dan sepenuhnya berhasil. Daerah bernama Passage Northwest, yang belum bisa dikalahkan oleh pelaut selama berabad-abad, akhirnya ia taklukkan. Pada usia 34 tahun, Amundsen sudah menjadi pahlawan nasional, berada di peringkat pertama sebagai penjelajah kutub.