Kisah J.K Rowling

Nama Joanne Kathleen Rowling atau J.K. Rowling pasti sudah tak asing lagi di telingamu. Wanita berkebangsaan Inggris ini adalah penulis dari seri novel Harry Potter yang sangat populer. Buku terakhir seri tersebut, Harry Potter and the Deathly Hallows, terjual lebih dari 15 juta kopi dalam waktu 24 jam saja, menjadikannya novel fiksi dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah.

Forbes menaksir aset kekayaan J.K. Rowling telah mencapai US$650 juta, alias sekitar Rp8,8 triliun pada tahun 2017. Rowling adalah salah satu wanita paling berpengaruh, sekaligus penulis paling sukses di Inggris Raya, dan diidolakan oleh ratusan juta penggemar dari seluruh dunia.

Tahukah kamu bahwa sebelum seri Harry Potter meledak di pasaran, hidup Rowling bisa dibilang termasuk menyedihkan? Dalam upacara wisuda Harvard University tahun 2008, J.K. Rowling menceritakan kisahnya di masa lalu. Bagaimana kegagalan memberinya pelajaran, pentingnya imajinasi, serta apa harta yang paling berharga dalam hidup kita.

Orang tua J.K. Rowling berasal dari keluarga miskin, dan keduanya sama-sama tidak memiliki pendidikan tinggi. Rowling sendiri sejak kecil sudah ingin menjadi penulis novel, namun orang tuanya lebih ingin ia masuk jurusan pendidikan yang “normal”. Bagi mereka, minat menulis sang anak hanya hobi yang tidak bisa dijadikan mata pencaharian.

Pada dasarnya orang tua Rowling hanya tidak ingin anak mereka jatuh miskin. Kemiskinan mendatangkan banyak hal buruk, termasuk rasa takut, stres, hingga depresi. Kemiskinan menjadikan hidup kita susah, bahkan hina. Seseorang yang berhasil melampauinya boleh besar kepala, kemiskinan itu sendiri bukanlah hal yang membanggakan.

Andai Rowling mengikuti keinginan orang tua, kita tidak akan mengenal sekolah sihir yang bernama Hogwarts. Tapi ia memaklumi pola pikir orang tuanya tersebut. Lagi pula, menyalahkan orang tua atas kehidupan kita yang salah jalan itu hanya bisa kita lakukan sampai batas umur tertentu.

Ketika kita sudah cukup dewasa, kita bertanggung jawab menentukan jalan hidup sendiri. Ini sama seperti apa yang pernah diucapkan Bill Gates, “Bila kamu terlahir miskin, itu bukan kesalahanmu. Tapi bila kamu mati dalam keadaan miskin, itu kesalahanmu sendiri.”