Kisah Masa Sulit Sanchez Hingga Saat Ini

Striker anyar Manchester United, Alexis Sanchez berhasil menjadi pemain dengan bayaran termahal di Liga Inggris. Didatangkan secara gratis dari Arsenal, Sanchez bakalan bergaji 350 juta poundsterling atau sekitar Rp 6,5 miliyar per pekan.

Ngomongin Sanchez yang bakalan jadi pemain paling tajir di Liga Inggris (hehe), ternyata perjuangan Sanchez sampai berada di titik ini nggak semudah masak mie instan kalau lapar di malam hari. Dilansir dari Kompas.com, Sanchez lahir dan dibesarkan di Kota Tocopilla, sebelah utara negara Chile. Tocopilla sendiri adalah kota pertambangan yang jauh dari kata sejahtera.

Ayah Sanchez ninggalin keluarganya sejak kecil. Demi bertahan hidup striker calon jutawan itu berjuang bersama ibunya. Sang ibu, Martina, berprofesi sebagai buruh cuci yang juga harus berjualan ikan sejauh 80 kilometer setiap hari dari rumahnya.

Tergerak oleh belas kasihan, Sanchez pun ikut berjuang mencari nafkah. Ia rela jadi tukang cuci mobil. Nggak jarang Sanchez dan ibunya harus menahan lapar dan meminta makan kepada tetangga. Hidup Sanchez mulai membaik saat dirinya mengenal sepakbola.

“Saya tetap bahagia di tengah kekurangan asal bisa bermain bola,” ujar Sanchez pada tahun lalu. Karier sepak bola Sanchez dimulai dari klub muda lokal Cile bernama Cobreloa. Dia membela Cobreloa dari 2004. Impian Sanchez menginjak Benua Biru terwujud pada 2006. Ia untuk memulai mengejar mimpi di Benua Eropa bersama klub Liga Italia, Udinese.

Kehebatan Alexis Sanchez tercium oleh hidung Pep Guardiola. Ia pun direkrut El Barca untuk berduet dengan Messi di lini depan Barcelona. Sanchez pun akhirnya mencicipi kerasnya Liga Inggris bersama Arsenal pada 2014. Bersama The Gunners, Sanchez berhasil meraih 2 kali Piala FA.

Kini, babak baru hidup Sanchez bakal segera dimulai. Publik The Red Devils menanti gol-gol indah dari megabintang asal Chile tersebut. Kepopuleran Sanchez lantas nggak bikin doi lupa diri. Sanchez membangung lapangan sepakbola berteknologi tinggi untuk anak-anak Chile di kampung halamannya. “Saya ingin anak-anak Cile memiliki lapangan yang layak untuk bermain,” ujar Sanchez saat itu.

Tahun lalu, Sanchez juga sempat bikin kejutan dengan mengunjungi rumah sakit di Tocopilla, Cile. Sanchez juga merayakan Natal dengan memberi hadiah bagi anak-anak miskin di sekitar rumahnya.