Kisah Stephan Hawking

Fisikawan yang menemukan teori teori seputar alam semesta dan kosmologi, Stephen Hawking meninggal dunia pada Rabu (14/3) di usia 76 tahun. Seluruh dunia turut merasakan kedukaan yang mendalam terhadap orang yang telah memberikan kontribusi besar di dunia sains ini lewat teori lubang hitamnya. Terlepas dari kontribusi besarnya di dunia sains yang diketahui publik, sama seperti pria pada umumnya, Hawking juga punya urusan percintaan pada lawan jenisnya.

Kisah cintanya berawal di tahun 1963. Saat itu Stephen bertemu dengan Jane dan saling jatuh cinta, namun di tahun yang bersamaan, Stephen didiagnosa terkena penyakit syaraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan total secara perlahan. Dia pun divonis hanya punya sisa waktu yang tidak lama lagi untuk hidup. Namun, Jane tetap setia berada disampingnya.

Mantap untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, Stephen dan Jane menikah di tahun 1965, penyakit Stephen pun tidak menutup kemungkinan mereka untuk mempunyai anak. Tapi kenyataan berkata lain.

Tahun 1967, mereka dikaruniai anak laki – laki bernama Robert Hawking, dan tiga tahun setelahnya pasangan ini dikaruniai anak perempuan, Lucy Hawking. Tak disangka, sembilan tahun kemudian pada tahun 1979, dikaruniai seorang anak laki – laki yang dinamai Timothy Hawking.

Memiliki tiga anak dan istri yang sangat mencintai dan merawat Stephen, rasanya hidupnya terasa sempurna, namun ternyata semuanya tidak terlihat seindah itu. Dilansir dari Telegraph, Jane merasakan bahwa hubungan rumah tangganya tidak seperti yang dahulu lagi, Jane merasa lelah dan tertekan dengan keadaan rumah tangganya. Bahkan dia sempat mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Di tengah renggangnya hubungan rumah tangga mereka, Jane mengambil waktu untuk menuangkan hobinya yaitu menyanyi. Dari sinilah Jane bertemu dengan Jonathan Hellyer Jones yang merupakan musisi dari paduan suara yang diikuti oleh Jane. Jane jatuh cinta kepada Jonathan dan di saat yang bersamaan Stephen juga jatuh cinta kepada suster yang merawatnya, Elaine Mason.

Tahun 1995, Stephen bercerai dengan Jane dan di tahun yang sama menikah dengan Elaine Mason, sedangkan Jane menikah dua tahun kemudian dengan Jonathan. Hanya saja, hubungan komunikasi antara Jane dan Hawking tak terputus karena perceraiannya. Sebaliknya, mereka masih tetap berhubungan baik, seperti sahabat.

Namun ternyata, pernikahan keduanya dengan Elaine juga tidak berjalan dengan mulus. Elaine tidak disukai oleh anak – anak Stephen karena dianggap membatasi akses antara anaknya dengan ayahnya. Selain itu, Elaine juga dilaporkan oleh anak – anak Stephen karena diduga melakukan kekerasan terhadap Stephen.

Setelah 11 tahun pernikahan, di tahun 2006, Stephen dan Elaine memutuskan untuk bercerai. Setelah perceraian keduanya, Jane Wilde memulai komunikasi lagi dengan Stephen dan bahkan menemani Stephen di depan media saat peluncuran film The Theory of Everything di London.