Kisah Sukses Walter Elias Disney

Kisah sukses pendiri Walt Disney, Walter Elias Disney tidak kalah dramatis dengan cerita film kartun buatannya. Perjalanan sejarah hidup tokoh yang terkenal sebagai inovator animasi kartun paling fenomenal di dunia ini penuh liku-liku. Sebelum karya-karyanya seperti Donald Bebek, Mickey Tikus, Goofy dan ratusan tokoh kartun lucu lainnya menjadi ikon yang digemari anak-anak, remaja sampai orang tua seantero jagad, Walt Disney harus menghadapi berbagai tantangan berat.

Belajar dari kisah perjalanan sukses Walt Disney dari awal sampai akhir hayat akan membuka mata hati kita. Kita akan mendapat pelajaran berharga, bahwa kesuksesan itu diraih dengan bekerja keras, semangat pantang menyerah, dan mengikuti kata hati (hobi). Faktanya, orang lebih mengagumi keindahan gambar dan alur cerita film disney princess atau kemegahan DisneyLand ketimbang berpikir bagaimana sulitnya orang yang menciptakannya

Berikut ringkasan kisah nyata perjalanan hidup Walter Elias Disney atau lebih dikenal dengan nama Walt Disney. Bagaimana pendiri Walt Disney Studio ini mengawali bisnis, jatuh bangun sebelum akhirnya sukses sebagai orang kaya, tokoh inspiratif dunia sepanjang masa. Terkait: kata bijak orang terkaya dunia

Walter Elias Disney lahir di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Dia tidaklah terlahir dari keturunan orang kaya. Ayahnya bernama Elias Disney seorang keturunan Irlandia adalah seorang petani dan karyawan biasa. Sedang ibunya bernama Flora Call adalah wanita Jerman

Semasa kecil Walt Disney sering diajak berpindah-pindah tempat tinggal oleh kedua orang tuanya. Pada tahun 1917 saat usianya 16 tahun, Disney remaja dikeluarkan dari sekolahnya di McKinley High School Chicago karena mempublikasikan karya-karya kartun berbau patriotik perang dunia di koran sekolah. Dia lalu mendaftar jadi tentara Amerika Serikat, tetapi ditolak kerana belum cukup umur. Gagal jadi tentara, Walt Disney bergabung dengan Palang Merah AS dan dikirim ke Perancis selama setahun sebagai sopir ambulans

Sekembalinya dari Perancis pada tahun 1919, Walt pindah kembali ke Kansas City untuk mencari pekerjaan sebagai pelukis karikatur politik atau strip komik di koran setempat. Apesnya, tidak ada satupun perusahaan yang menerima lamaran kerjanya sebagai pelukis atau sopir ambulans sekalipun.

Untunglah rekan kerja saudaranya, Roy, membantu Walt Disney mendapat pekerjaan sementara di Pesmen-Rubin Art Studio. Sebuah perusahaan periklanan lokal untuk membuat iklan untuk surat kabar, majalah dan bioskop. Di sinilah ia bertemu dengan kartunis Ubbe Iwerks. Setelah berakhirnya kerja sementara di Pesmen-Rubin, mereka berdua nganggur. Keduanya lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri bernama “Iwerks-Disney Commercial Artists”.

Sayang sekali, perusahaan itu tidak bertahan lama. Walt Disney kemudian bekerja di Kansas City Film Ad Company, perusahaan pembuat iklan berdasarkan cutout animation. Tak lama kemudian Ubbe Iwerks yang tidak mampu menjalankan bisnisnya sendiri ikut bergabung. Di sinilah Disney mengembangkan minatnya dalam bidang animasi, lantas ingin menjadi animator.

Berbekal kamera yang dipinjamkan oleh A.V. Cauger, bos Kansas City Film Ad Company, Walt Disney membuat uji coba. Di sebuah garasi kosong yang sudah dirombak jadi studio, ia mulai membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil percobaannya sendiri. Ide ini muncul setelah ia membaca buku karangan Edwin G. Lutz berjudul “Animated Cartoons: How They Are Made, Their Origin and Development”

Dengan keyakinan tinggi bahwa teknik yang ia kembangkan suatu hari nanti akan berhasil, Walt Disney ingin membuka bisnis animasi sendiri. Dia lalu merekrut seorang rekan kerja dari Kansas City Film Ad Company, Fred Harman, sebagai pekerja pertamanya.

Hasil karya film kartun pendek pertama Walt Disney berjudul “Laugh-O-Grams” ternyata membuat Frank L. Newman, seorang pengusaha bisokop terkenal sangat terkesan. Sketsa-sketsa dan teknik film Walt Disney sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Film kartun tersebut diputar di bioskop-bioskop milik Frank L. Newman untuk menggantikan iklan-iklan agar penonton terus menikmati apa yang muncul di layar selama selang waktu. Dan ternyata penonton menyukai “film selingan” karya Walt Disney ini

Walt Disney kemudian memutuskan untuk keluar dari KC Film Ad Company dan mengembalikan kamera yang dipinjamnya dari mantan bosnya. Dengan uang simpanannya dia menyewa ruang kantor yang lebih luas untuk usaha kecilnya, Laugh-O-Grams Corporation dengan modal awal sebesar $15.000. Ia mempekerjakan adik Fred Harman, Hugh Harman, Rudolf Ising, dan sahabatnya Ube Iwerks sebagai animator untuk mengembangkan dan mempromosikan Laugh-O-Grams di New York City.