Perjalanan Ketenaran Carlos Bacca

Carlos Bacca, namanya mulai muncul di permukaan manakala dirinya berhasil membawa Sevilla menjuarai Liga Eropa musim 2014-15. Berkat dua gol yang berasal dari kakinya, Sevilla berhasil mempertahankan gelar Liga Eropa, yang sebelumnya juga sudah mereka bawa pulang ditahun 2013-14. Namun dibalik semua kesuksesan yang telah ia raih sekarang, terdapat sekelumit kisah menarik di masa lalunya.

Bacca awalnya tak pernah mengira dirinya akan menjadi seorang pesepakbola seperti sekarang. Sebelum memulai karir Sepakbola, Bacca sempat bekerja sebagai kenek bis di desanya, kadang ia juga ditugaskan untuk mengumpulkan tiket penumpang. Bukan hanya itu, Bacca juga mempunyai pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang nelayan. Semua itu dilakukan Carlos Bacca untuk membantu kekurangan ekonomi yang dihadapi keluarganya pada saat itu.

Di sela-sela pekerjaannya sebagai nelayan, Bacca yang sedang berusia 20 tahun mencoba untuk melakukan trial bersama klub Atletico Junior, klub tersebut tertarik dengan bakat Bacca, dan menjadi klub pertama Bacca dalam karir sepakbolanya.

Namun sayangnya, ia jarang mendapatkan waktu bermain di Junior, pihak klub memutuskan untuk meminjamkannya ke beberapa klub. 2008 menjadi tahun terakhirnya sebagai pemain pinjaman, usai menjadi top skorer liga bersama klub Barranquilla, Bacca yang permainannya sudah berkembang dikembalikan Barranquilla ke Atletico Junior. Tak butuh waktu lama bagi Bacca untuk mendapatkan tempat utama di tim Atletico Junior, musim pertama sekembalinya ke klub, Bacca langsung mencatatkan dirinya sebagai top skorer Copa Colombia 2009 bersama Junior. Musim berikutnya tahun 2010, Bacca berhasil membantu Junior menjuarai liga Kolombia sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak. De javu, tahun 2011 Bacca kembali menjuarai liga Kolombia bersama Atletico Junior dan lagi-lagi menjadi top skorer.

Penampilannya yang gemilang ditiga tahun terakhir, membuat klub asal Belgia Club Brugge kepincut untuk mendapatkan jasanya. Meskipun tak mendapatkan gelar sama sekali bersama Club Brugge, naluri top skorer dalam dirinya tetap mengakar, ia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak liga Belgia sekaligus menjadikan dirinya sebagai pemain terbaik Belgia di musim 2012/13.

Tahun 2013, Bacca dikontrak klub Spanyol Sevilla. Bersama Sevilla dirinya berhasil menjuarai Liga Eropa dua kali secara beruntun. Final Liga Eropa 2013-2014, Sevilla berhasil mengalahkan Benfica lewat drama adu penalti, Carlos Bacca ditunjuk sebagai penendang pertama dan sukses mengkonversikannya menjadi gol. Di Final Liga Eropa 2014-2015, seperti yang sudah disebutkan di paragraf pertama, Bacca berhasil mencetak dua buah gol, satu gol sebagai penentu kemenangan.

Pertengahan 2015 AC Milan mendatangkan Bacca setelah menebus klausul rilisnya dari Sevilla yang sebelumnya sudah memperpanjang kontrak Bacca hingga 2018. Musim pertamanya di AC Milan tak terlalu buruk, dari 37 pertandingan, Carlos Bacca berhasil melesakan 18 gol.