Daftar Orang Terkaya di Indonesia Di Posisikan Anak Soeharto

Mengingat Soeharto pasti ada kenangan tersendiri pada masyarakat. Presiden yang cukup berpengaruh di dalam kehidupan kita dan merupakan Presiden yang paling lama dalam masa jabatannya membuat masa Berjayanya Soeharto sangat berkesan.

Setelah 20 tahun reformasi, kabar mengenai anak-anak Presiden RI ke-2 Soeharto mulai kembali muncul di ranah nasional. Setelah heboh akibat kemunculan Partai Berkarya yang dipimpin Tommy Soeharto, sekarang nama tiga anak Soeharto muncul di daftar orang terkaya Indonesia.

Terdapat tiga nama klan Soeharto yang muncul, yaitu Bambang Trihatmodjo, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), dan Hutomo Mandala Putra (Tommy). Mereka aktif di bidang seperti properti dan pembangunan jalan.

Menurut daftar yang dirilis Globe Asia, total harta 3 anak Soeharto ini memiliki harta yang melebihi USD 1,125 miliar atau sekitar Rp 16,25 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.450). Untuk mengetahui peringkat dan harta kekayaan mereka, berikut tiga anak Soeharto yang masuk daftar orang terkaya Indonesia:

Hutomo Mandala Putra (Tommy)

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto adalah putra bungsu dari Soeharto, sekaligus anak terkaya dari Presiden RI ke-2. Tommy berada di peringkat 60 dengan harga yang ditaksir USD 670 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun. Dalam setahun terakhir, kekayaan Pria berusia 56 tahun itu bertambah USD 10 juta.

Bila dilihat sejarahnya, sudah banyak bisnis-bisnis yang dikelola Tommy berkat statusnya sebagai anggota keluarga Cendana, mulai dari mobil nasional dan cengkeh. Sekarang, hartanya berasal di bidang properti lewat Humpuss Group yang memiliki sejumlah hotel.

Bambang Trihatmodjo

Bambang Trihatmodjo terkenal lebih low-profile, meskipun sempat menarik perhatian media massa ketika ia menikahi Mayangsari. Nama Bambang muncul di daftar orang-orang terkaya Indonesia, tepatnya di peringkat 124 dengan taksiran kekayaan mencapai USD 250 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Berbeda dengan sang kakak, harta Bambang justru tergerus sekitar USD 10 juta jika dibandingkan tahun lalu. Menurut Globe Asia, kekayaan Pria berusia 64 tahun ini berasal dari PT Asriland yang bergerak di bidang properti. Di samping itu, nama Bambang juga mulai kembali dikenal publik karena pesona kedua putranya yang mendapat perhatian media massa.

Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut)

Siti Hardijanti Rukmana, atau akrab disapa Mbak Tutut, merupakan putri pertama sekaligus anak pertama dari Keluarga Cendana. Wanita ini berada di peringkat 130 di daftar orang terkaya Indonesia. Harta wanita berusia 71 tahun ditaksir mencapai USD 205 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun. Kekayaan Tutut bertambah USD 5 juta jika dibandingkan tahun lalu.

Nama Tutut memang sudah terkenal di dunia bisnis dan politik. Menurut Globe Asia, kekayaan Tutut berasal dari PT Citra Lamtoro Gung Persada yang bergerak di proyek properti, pengelolaan jalan tol hingga investasi.

Pasutri Yang Paling Kaya di Indonesia Dengan Harga 20 Triliun

Melihat pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat di Indonesia menjadikan beberapa para pengusaha menduduki posisinya masing-masing dalam daftar Orang Terkaya di Indonesia. Indonesia adalah negara begitu luas serta memiliki potensi ekonomi yang besar. Di antara ratusan juta rakyatnya, ada beberapa yang sukses membangun bisnis di negara ini dan menjadi yang terkaya.

Baru-baru ini, Globe Asia merilis daftar 150 orang terkaya di Indonesia saat ini. Kekayaan mereka berkisar di angka USD 100 juta sampai USD 21 miliar. Dalam kurs saat ini, 1 juta dolar setara dengan Rp 14,5 miliar (USD 1 = Rp 14.511).

Dari sebegitu banyak nama, ada nama pasangan suami-istri (pasutri) yang berhasil menorehkan nama di daftar tersebut. Hartanya pun tercatat menyentuh Rp 20 triliun. Pasutri terkaya di Indonesia adalah Murdaya Poo dan Siti Hartati Murdaya. Kekayaan mereka pada 2018 adalah USD 1,4 miliar atau setara Rp 20 triliun. Angka itu meningkat dibanding sebelumnya yakni USD 1,3 miliar.

Pada peringkat Globe Asia, nama pasutri ini ada di nomor 32 di daftar orang-orang terkaya Indonesia. Pasangan terkaya ini mendirikan dan mengawasi berkembangnya perusahaan PT Central Cipta Murdaya yang aktif di bidang properti, manufaktur, energi, dan IT.

Murdaya Poo juga aktif di bidang golf, yakni dalam pengurusan Persatuan Golf Indonesia. Pria yang juga Komisaris Utama PT Jakarta International Expo turut mendukung pemain golf lokal pada ajang Asian Games 2018.

Pasangan ini juga melibatkan anak-anak mereka untuk turut terlibat dalam bisnis itu. Salah satu putra keluarga Poo, Prajna Murdaya, menikahi Irene Teja dari Pakuwon Group. Dan ternyata, orang tua Irene, yakni Alexander Tedja dan Melinda Tedja, juga turut menjadi pasutri terkaya kedua yang masuk di daftar Globe Asia.

Setelah nama pasangan Murdaya, terdapat pasangan Tedja: Alexander Tedja dan Melinda Tedja. Alexander Tedja merupakan pendiri dari Pakuwon Group yang berada di bidang properti dan mal. Ia dan istrinya sama-sama pemilik dari Pakuwon.

Nama Alexander dan istrinya Melinda sama-sama muncul di nomor 56 di daftar 150 Orang Terkaya di Globe Asia. Total kekayaan mereka adalah USD 870 juta.

Orang Kaya Terkenal Di Indonesia Tahun 2018 – Indonesia saat ini di kenal menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam terbesar di dunia. Namun di balik itu semua, ternyata ada beberapa perusahaan yang membantu mengembangkan kekayaan sumber daya alam yang di miliki oleh negara yang kita cintai ini. Bahkan pemilik perusahaan itu pun tak lain berwarga negaraan Indonesia.

Baca juga: 

Biodata Pelawak Terkenal Indonesia “Sule”

Cara Mengembangkan Bisnis Agar Sukses Dan Terkenal

Dengan keberhasilan yang telah mereka peroleh itu pun akhirnya menjadikan mereka semua terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia. Nah tentunya anda penasaran kan siapa-siapa saja orangnya itu yang terdaftar menjadi orang terkaya di Indoenesia itu? Berikut inilah 5 orang terkaya di Indonesia tahun 2018.

1. Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono

Dengan jumlah kekayaan sekitar 12,2 miliar dolar atau 162,2 triliun rupiah, Rudi Hartono merupakan orang paling kaya di Indonesia. Robert Budi Hartono lahir pada tanggal 28 April 1941 di kota Semarang. Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon yang saat ini menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono terus mengembangkan bisnis warisan ayahnya, termasuk berinvestasi di sektor bisnis keuangan dan perbankan, khususnya di Bank BCA.

2. Michael Hartono

 Michael Hartono

Dengan jumlah aset kekayaan sekitar 12,0 miliar dolar atau 159,6 triliun rupiah, Michael Hartono yang merupakan kakak Budi Hartono adalah orang terkaya ke dua di Indonesia. Michael Hartono lahir di Kudus, 2 Oktober 1939. Ia menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun dan kemudian karirnya berlanjut di dunia bisnis, sebagai Direktur PT Djarum. Selain merambah di sektor keuangan, kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan mempunyai bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan.

3. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia

Jumlah kekayaan Sri Prakash Lohia menurut Majalah Forbes saat ini ditaksir 6,6 miliar dolar atau sekitar 87,7 triliun rupiah. Dari namanya, anda mungkin bisa menebak bahwa miliarder ini adalah keturunan India. Sri Prakash Lohia lahir di Kalkuta-India pada 11 Juli 1952. Lohia lahir dan besar di India, tetapi menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974. Lohia pindah ke Indonesia bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, dan merintis Indorama Synthetics, sebuah perusahaan yang memproduksi benang pintal. Pada tahun 2018, Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 6,6 miliar, atau di peringkat ke-266 secara global.

4. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung

Dengan kekayaan sebesar US$ 3,7 miliar atau sekitar 49,2 triliun rupiah, pria lulusan Universitas Indonesia ini didaulat sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia. Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul Tanjung adalah mahasiswa kedokteran yang memperoleh banyak prestasi, diantaranya sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. Saat kuliah ia mulai belajar tentang bisnis. Kini melalui perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega

5. Tahir

Tahir

Nama lengkapnya adalah Dato’ Sri Tahir, lahir pada 25 Maret 1952 di kota Surabaya. Dia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya. Sosok Tahir tumbuh berkembang menjadi seorang pengusaha, investor, sekaligus pendiri Mayapada Group yang sukses. Mayapada Group adalah sebuah holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha di Indonesia. Beberapa dari bidang yang digeluti adalah perbankan, TV berbayar dan media cetak, properti dan rumah sakit. Dengan aset kekayaan senilai 3,5 miliar dolar atau sekitar 46,5 triliun rupiah, kini ia menjadi salah seorang konglomerat di Indonesia.